Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Selasa, 04 Desember 2012

KASIAT DAUN SUKUN



-  Nyuwun sewu lan sugeng siang Dhe…apa kabar rak nggih kabar sae tho?kabar baik tho? Selalu dalam lindungan yang maha kuasa semoga nggih…..lha kok mendel ,mawon onten nopo tho niki?...dhe…dhe..dhe!!!.....welha kok sepertinya pak dhe saya sedang bermuram durja nyandang wuyung..bersedih hati….apa karena takut mau ditinggal tahun 2012 dan berganti menjadi 2013…apa karena tanggal tanggung begini gajine dah habis…apa karena kedinginan akibat hujan yang gak henti-henti dari pagi atau karena??...embuhlah ga ngerti aku sik jelas meneng wae dari tadi….
-     Sugeng siang Dhe….keng putro sowan…sugeng siang dhe…!!!
+  siang …lungguh kono…
-     Pun lunggoh niki kit wau…. Terus ken nopo malih niki…??
+  wis jok kokean gambleh, cicing, meneng wae….
-      Lha ada apa tho niki..???
+  aku lagi membaca berita yang membuat sedih hati ini Le…Negara kita yang kaya raya sumber daya ala mini ternyata tidak bisa gunakan untuk membangun pondasi kemakmuran hidup…

-      Kok isa dhe…??
+  Menurut Majalah FORBES : Total dari perusahaan  (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang  beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya mencapai Rp 1.037Trilyun.

Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya untuk Migas dapat 85% (kalau Pertambangan lain Indonesia memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15% ternyata dapat tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6 perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa mendapat Rp 17.000 Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar saya itu tidak masuk di akal.

Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguasai emas, perak, tembaga, nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total penerimaan mereka sekitar Rp.30 RibuTrilyun/tahun.

Freeport yang sekedar “Tukang Cangkul” di Papua mendapat royalti emas dan perak sebesar 99%, sementara lebih dari 230 juta rakyat Indonesia yang merupakan pemilik tambang emas dan perak cuma diberi 1%. Inilah sebabnya kenapa negeri Indonesia yang kaya dengan hasil alamnya, ternyata mayoritas rakyatnya hidup miskin dan melarat. (sumber Copas tetangga sebelah)….opo gak marahi nelongso moco berita koyo kui Le,kenapa ga dijual aja negeri ini??
-         Lha empun je dhe ,..katanya 80% pertambangan niku dikuasai asing je..mau tanya kasiat daun sukun itu untuk apa ya Dhe??
Daun sukun itu bisa digunakan untuk Obat Ginjal Le,Caranya mudah, tapi harus telaten. Langkah awal, siapkan tiga lembar daun yang berwarna hijau tua, namun masih menempel di dahan. Kemudian cuci bersih pada air mengalir. Selanjutnya dirajang lalu jemur sampai kering. Siapkan pula wadah lalu isi dengan air bersih dua liter. Masukkan dedaunan kering itu lalu dimasak sampai mendidih, sisakan air tersebut sampai volumenya tinggal separuh. Selanjutnya, tambahkan air bersih satu liter, dan didihkan lagi sampai separuh. Kemudian saringlah rebusan daun sukun itu. Warna airnya merah, mirip teh. Rasanya agak pahit. Silakan diminum sampai habis, tak boleh disisakan untuk kesesokan harinya. Demikian seterusnya….wis yo aku arep istirahat mumet ndasku Le..moco berita iki….

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...